spacer.png, 0 kB

Home arrow Tips Menulis arrow Tips Umum arrow Penghasilan Tambahan Bagi Penulis
Penghasilan Tambahan Bagi Penulis PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Didik Wijaya   
Kamis, 15 November 2007

 

Tahukah Anda dari mana penghasilan seorang penulis? Tentu saja dari tulisannya, berupa royalti dari hasil penjualan buku-bukunya. Cuma sayangnya, tidak banyak penulis yang bukunya berhasil diterbitkan. Alhasil lebih banyak penulis yang gigit jari tidak memiliki penghasilan. Tulisan berikut akan memberitahukan pada Anda bagaimana memiliki penghasilan dari menulis, WALAUPUN BUKU ANDA TIDAK PERNAH DITERBITKAN! Jika Anda penulis yang berhasil pun, yang bukunya sudah dicetak ulang berkali-kali, cara yang akan dibeberkan ini pun bisa membantu Anda menambah penghasilan.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang cara memperoleh penghasilan tersebut, mari kita menengok dulu pada kondisi penerbitan terlebih dahulu. Anda tahu berapa banyak penerbitan di Indonesia? Secara kasar ada sekitar 1000 penerbit. Itu pun masih terbagi-bagi, ada penerbit buku agama, penerbit buku sekolah, dan penerbit khusus lainnya. Dari semua itu tidak semua menerima naskah masuk dari luar. Karena ada pula penerbit yang hanya menerjemahkan atau hanya menerbitkan buku dari komunitas sendiri, seperti penerbit universitas, dll. Dari jumlah itu hanya sebagian pula yang aktif. Dari itu pula, hanya beberapa yang mampu menerbitkan rutin buku setiap bulan. Nah, akhirnya nasib penulis lah yang merana. Seturut hukum persediaan dan permintaan, akhirnya hanya sepersekian penulis yang naskahnya berhasil dibukukan. Bahkan, penulis yang bukunya sudah terbit pun, pasti punya naskah lain yang tidak berhasil dibukukan. Artinya, lebih banyak naskah yang hanya menjadi kumpulan file tak berarti.

Dari uraian di atas, persaingan dibukukannya suatu naskah sangat ketat. Secara alami hal ini akan berjalan seperti itu sampai akhir jaman. Seperti calon PNS yang terus-menerus mengikuti ujian PNS.  Untuk itu biasanya penulis memiliki berbagai cara untuk mencari penghasilan lain selain dari royalti. Biasanya pekerjaan yang dilakukan adalah menerjemahkan, menjadi editor lepas, menulis artikel, atau melakukan pekerjaan lain seperti membuka warung. Kadang pekerjaan itu sama sekali tidak berkaitan dengan menulis, tapi asal halal tidak masalah kan. Masalahnya bagi sebagian orang, pekerjaan tambahan itu mengingkari jati dirinya sebagai penulis (hahaha terutama yang membuka warung).

Nah, bagaimana kita mencari penghasilan dari menulis, walau buku-bukunya tidak diterbitkan oleh penerbit. Caranya adalah menjadi content publisher di internet. Untuk menjadi content publisher Anda perlu memiliki website, atau setidaknya blog. Kemudian isi website tersebut dengan content yang Anda sukai. Lalu dari mana pendapatannya? Dari iklan. Iklan dari mana? Siapa yang mau pasang iklan di website saya nantinya? Jangan kuatir. Untuk itu kita dapat mengikuti sistem yang dikembangkan oleh om Google yaitu Google Adsense.

Pertama-tama kita harus mendaftar pada layanan Google Adsense. Enaknya lagi, Google Adsense ini pendaftarannya gratis. Di saat pendaftaran Anda perlu menuliskan alamat website yang akan Anda pasangi iklan. Google akan mengecek website tersebut, jika disetujui maka Google akan menampilkan iklan yang sesuai dengan content website kita. Bila ada pengunjung yang masuk ke dalam website kita dan mengklik iklan tersebut, maka kita akan mendapat bayaran sebesar 0,01 USD - 0,5 USD, tergantung topik iklan tersebut. Namun, yang pasti Anda tidak boleh mengklik iklan yang tampil di website Anda sendiri. Kalau ini terjadi pendaftaran Anda bisa dibatalkan. Kalau dirupiahkan 0,01 USD = +/- 90 rupiah. Rasanya kecil sekali, tapi kalau pengunjung situs Anda cukup banyak, maka secara akumulatif hasilnya bisa lumayan menambah penghasilan Anda sebagai penulis.


Bagaimana kalau tidak punya website? Anda bisa menggunakan blog yang bisa Anda gunakan gratis. Alternatif utama blog yang bisa Anda gunakan adalah Blogger.com. Layanan blog ini adalah milik Google, dan Google Adsense sudah terintegrasi di dalamnya. Untuk mengatur Google Adsense caranya sangat gampang karena tinggal klik dan selesai. Anda tidak perlu mengetahui bahasa pemrograman html yang rumit. Untuk blog lain seperti Multiply, Wordpress, sepertinya Google Adsense tidak didukung (setahu saya). Kalau tidak mau repot, pilihan blog yang bisa Anda pakai adalah http://www.blogger.com. Anda juga bisa melihat contoh blog yang saya buat di Blogger di sini.

Apakah Google Adsense ini benar-benar bisa berjalan? Menurut pengalaman pribadi saya YA. Pada dasarnya saya sudah mencoba sendiri Google Adsense ini. Saya mencobanya pada website saya di http://www.escalight.com. Di sini saya menulis tentang artikel tutorial program komputer grafis, yang merupakan hobi saya. Sekedar catatan, tidak semua tulisan yang saya buat bisa diterbitkan, walaupun saya sendiri adalah Managing Editor di penerbitan :D. Akhirnya tulisan-tulisan itu saya tempatkan di website saja. Setelah beberapa waktu, penghasilan iklan Google Adsense yang sudah terkumpul di dalam akun saya akhirnya telah dikirimkan Google dalam bentuk cek. Lihat gambar di bawah.

Cek Google Adsense

Ini adalah cek pertama saya dari Google Adsense. Bagian yang dihitamkan adalah keterangan pribadi saya. Menurut informasi yang saya dapatkan, nilai yang saya terima ini termasuk mini untuk ukuran pendapatan dari Google Adsense. Cek ini akhirnya saya cairkan di salah satu bank yang ada di kota saya (setelah dipotong biaya administrasi yang cukup besar).

Buat saya, bukan nilai dolar yang saya pentingkan, tetapi kenyataan bahwa Google Adsense bisa menjadi alternatif tambahan penghasilan bagi para penulis Indonesia yang buku-bukunya sedikit atau malah tidak pernah diterbitkan. Tidak ada salahnya untuk dicoba, jika pun tidak bisa mendapatkan hasil, blog yang dibuat bisa menjadi ajang latihan untuk rajin menulis. Selain itu dengan blog, nama kita sebagai penulis bisa menjadi lebih dikenal dan syukur-syukur menghasilkan dolar. Lagi pula pada saatnya nanti tulisan kita di blog mungkin bisa diterbitkan dalam bentuk buku.



Selamat Menulis

oleh Didik Wijaya
copyright Penerbit Escaeva

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
spacer.png, 0 kB