spacer.png, 0 kB

Orisinal PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Didik Wijaya   
Kamis, 20 Juli 2006

 

Sebagai seorang penulis sering kita merasa kesulitan menentukan apa yang ingin kita tulis. Kita menghendaki menghasilkan karya unik, kreatif dan orisinal. Tetapi bila dicermati dewasa ini dengan semakin banyaknya buku yang telah diterbitkan, rasanya semua tema sudah pernah ditulis oleh orang lain. Kita terhimpit di antara keinginan menuliskan karya orisinal milik kita sendiri dan ketidak berdayaan mendapatkan tema yang orisinal. Bahkan kalau kita mendapatkan suatu tema tertentu, sering kita khawatir sendiri, jangan-jangan sudah pernah ditulis, atau sekarang sedang ada orang lain yang menulisnya.

Banyak penerbit dan juga lomba penulisan mensyaratkan suatu naskah harus orisinal. Sebenarnya kalau ditilik lebih lanjut pengertian orisinal di sini lebih kepada karya sendiri dan bukan plagiasi mentah-mentah milik orang lain. Persamaan tema biasanya tidak menjadi masalah, namun bagaimana seorang penulis mengolah tema tersebut dengan cara pandangnya sendiri, itulah yang menjadikan suatu tulisan menjadi "orisinal". Nah, dibawah ini ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan kalau Anda sedang mencari tema tulisan Anda yang "orisinal".

Kalau semua orang di dunia menulis biografinya masing-masing, maka setiap individu akan menghasilkan biografi yang berbeda. Tidak ada orang yang memiliki pengalaman, perasaan, dan pendapat yang sama, bahkan kembar identik sekalipun. Anda dapat menulis sebagian dari pengalaman hidup Anda, dan maka tulisan tersebut dengan sendirinya menjadi unik dan orisinal. Ambilah sembarang tema, masukkan pendapat pribadi, pengalaman pribadi ke dalam tema itu, maka tema itu menjadi sesuatu yang orisinal. Jika Anda ingin mencoba cara ini, prinsip utama yang harus Anda penuhi adalah lepaskan semua, jangan memakai topeng, jujurlah pada apa yang Anda tulis.

Sebagai contoh, Penerbit Escaeva memiliki dua buah buku yang mempunyai sentuhan orisinal, yaitu Melihat Jendela Hati karya Mindo dan Surat Cinta Saiful Malook karya Risma Budiyani. Yang satu adalah non-fiksi dan lainnya fiksi novel. Baik Melihat Jendela Hati dan Surat Cinta Saiful Malook sebenarnya memiliki tema yang sederhana. Yang satu membicarakan tentang pengalaman menjadi komuter dan yang lainnya cinta di dunia maya. Namun dengan sudut pandang dan sentuhan pribadi masing-masing penulisnya, tema yang sederhana menjadi istimewa. Yang membuat karya tersebut menarik adalah baik Mindo dan Risma jujur pada apa yang ditulisnya. Jika Anda membaca dua buku tersebut, maka Anda akan dapat mengerti seperti apa sebenarnya mereka berdua. Anda akan mengenal Mindo yang dengan jujur berkata "Mindo, the double stupid mistake from Bogor" atau Risma yang dengan polos menanyakan "Am I stupid?".

Setiap pribadi adalah unik. Anda adalah orisinal. Sentuhlah setiap tema dengan ke-orisinal-an Anda.


oleh Didik Wijaya
Copyright Penerbit Escaeva

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
spacer.png, 0 kB