| The Hero With A Thousand Faces |
|
|
|
| Ditulis Oleh Didik Wijaya | |||||||||||||||||||||||||
| Selasa, 17 Oktober 2006 | |||||||||||||||||||||||||
|
Salah satu buku paling berpengaruh di dunia penulisan, dan juga di dunia film adalah THE HERO WITH A THOUSAND FACES karya Joseph Campbell yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1949. Salah satu pembuat film Holywood yang pertama kali mengakui pengaruh buku Joseph Campbell ini dalam filmnya adalah George Lucas. Ia mengatakan bahwa STAR WARS yang pertama kali tayang di tahun 1970an dibuat berdasarkan ide yang ada di dalam buku The Hero With A Thousand Faces. Joseph Campbell adalah seorang profesor Amerika yang meneliti bidang mitologi. Ia menemukan bahwa setiap mitologi di seluruh dunia, semua cerita kepahlawanan, mitos, legenda, MEMILIKI DASAR CERITA YANG SAMA. Cerita yang sama tersebut diceritakan kembali dengan berbagai variasi yang berbeda. Ia menemukan bahwa setiap cerita, secara sadar atau tidak, mengikuti pola yang sama, atau disebut juga "HERO MYTH". Pola cerita seorang hero di dalam THE HERO WITH A THOUSAND FACES antara lain:
Singkatnya, cerita tentang hero ini dimulai dari dunia yang biasa saja, dimana ia mendapat panggilan. Ia pada awalnya enggan berpetualanag, tetapi kemudian ia didorong oleh mentor untuk mengatasi tantangan pertama dan mendapatkan teman. Ia jatuh ke bagian paling dasar dan mampu mengatasinya. Ia mendapatkan pedang atau harta dan dikejar sampai ke dunia asalnya. Akhirnya ia menang dan mendapatkan pengalaman baru saat kembali hidup di dunianya. Dengan pola ini, Anda akan dapat membuat cerita yang sesuai dengan berbagai kondisi, cerita yang dramatis, menghibur dan secara psikologis benar. Cerita yang dibuat berdasar model THE HERO WITH A THOUSAND FACES memiliki daya tarik universal. Pembedanya adalah setiap pencerita menggunakan berbagai variasi untuk menceritakan hal yang sama. Itulah mengapa, THE HERO HAS A THOUSAND FACES. Namun, mengikuti petunjuk ini dengan kaku akan membuat cerita yang kaku pula. Hero Myth ini adalah kerangka cerita yang seharusnya dibungkus oleh cerita individual dan detail. Fase di dalam hero myth ini dapat ditambahkan, dihilangkan atau diganti urutannya. Inti dari hero myth ini adalah yang paling penting. Gambaran tentang seorang hero yang mencari pedang ajaib, melawan naga, dsb hanyalah simbol, dan dapat diubah sesuai dengan cerita yang diinginkan. Dengan demikian Hero Myth ini mudah ditranslasikan ke dalam cerita aksi, drama, komedi, roman atau lainnya. Mentor di dalam cerita ini bukan saja penyihir, orang tua perjenggot putih, peri yang baik hati tetapi bisa saja menjadi dokter, ayah, kakek, dst. Hero modern tidak akan masuk ke dalam gua, dsb tetapi bisa saja ke luar angkasa, masuk ke dalam pikiran atau kesibukan tempat kerja. Hero Myth ini dapat digunakan untuk menceritakan cerita paling sederhana sampai drama yang rumit. Anda dapat menambahkan karakter, dan menambahkan detail sesuai keinginan Anda. Salah satu cerita dari Disney yang dipercaya menggunakan pola The Hero With A Thousand FAces adalah Lion King (1994). Trilogi Matrix juga dikabarkan terinspirasi dari ini juga. Sebenarnya tidak hanya Lion King, tetapi kalau Anda perhatikan benar-benar, hampir semua film dari Disney menggunakan pola yang sama, tunjuk saja Monsters Inc, Mulan, sampai film animasi terbarunya Cars, dll. Memang benar, THE HERO HAS A THOUSAND FACES.
oleh Didik Wijaya |
|||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






