You are here: Home arrow Tips Menulis arrow Tips Fiksi arrow Apa Itu Flash Fiction?
Apa Itu Flash Fiction? PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Didik Wijaya   
Senin, 30 Januari 2006

 

Belum lama ini sebuah penerbit di Indonesia meluncurkan buku yang diklaim sebagai "flash fiction". Sebenarnya apa yang disebut dengan flash fiction, yang akrab disingkat sebagai flashfic? Tulisan berikut akan mengulas seluk beluk flash fiction.

Flash fiction sering disebut dengan nama lain "sudden fiction", "micro fiction", "postcard fiction" atau "short-short fiction". Jenis fiksi ini adalah sub-genre dari cerita pendek (cerpen). Ciri khas dari genre ini adalah jumlah kata yang lebih sedikit. Cerpen yang biasa kita kenal memiliki jumlah kata berkisar 2.000-20.000 kata. Sedangkan flash fiction memiliki jumlah kata kurang dari 2000 kata, sehingga secara umum flash fiction yang ditulis akan berkisar antara 250-1500 kata. Sebagai panduan, biasanya flash fiction dimaksudkan untuk dibaca sekejab (flash), atau sepuntungan rokok.

Karena jumlah kata yang sedikit, seringkali flash fiction berbeda dalam elemen pembentuk cerita. Kalau dalam novel atau cerpen tradisional misalnya kita bisa membuat karakter baik protagonis, antagonis, setting, konflik, dan penyelesaian, seringkali karena sedikitnya kata yang bisa dipakai beberapa elemen ini bisa hilang.

Sebenarnya flash fiction sudah ada sejak lama, namun perkembangan internet dan blog yang menghendaki karya yang terus menerus diupdate maka flash fiction mulai mendapat tempatnya. Kemudian beberapa majalah mulai memuatnya, dan kemudian mulai merambah buku.

Versi lain dari flash fiction adalah micro fiction atau short-short fiction. Berbeda dengan yang lain, kalau kita membuat micro fiction maka semua elemen cerita harus muncul, yaitu karakter, setting, konflik dan penyelesaian. Ini lebih repot lagi. Kadang-kadang kalau dibaca, micro fiction ini malah terasa seperti puisi dalam bentuk prosa. Microfiction ini memiliki jumlah kata berkisar 300 kata.

Microfiction sudah pendek, ternyata ada yang lebih pendek lagi yaitu nanofiction. Nanofiction berasal dari istilah yang diperkenalkan oleh R. Sean Borgstrom untuk mendeskripsikan sesuatu yang dipakai dunia game. Mungkin beberapa tahun lalu kita pernah gemar memainkan permainan karu Magic:The Gathering. Kalau dilihat di bagian bawah kartu tertulis beberapa kata yang menceritakan tentang karakter yang ada pada kartu. Seperti itulah nanofiction. Walaupun cuma separagraf, kata-kata yang tercantum dalam kartu tersebut mendeskripsikan motif, atmosfer permainan, dan latar belakang karakter tersebut.

Beberapa jenis flash fiction terbentuk berdasar jumlah kata yang boleh dipakai. Misalnya 55 fiction dimana jumlah katanya harus 55 kata. Tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang (tidak termasuk judul). Kemudian ada Drabble dimana jumlah katanya harus 100 kata. Kalau dipikir-pikir, repot juga kalau harus menulis dibatasi sebanyak sekian kata. Semua kata harus dipikirkan kegunaannya supaya efektif. Tidak boleh membuat tulisan dengan gaya mendayu-dayu, karena bisa membuat kata-kata yang dipakai bertambah banyak.

oleh Didik Wijaya
Copyright Penerbit Escaeva

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

Katalog Buku

Non Fiksi Fiksi

Lihat Semua Buku


Pencarian Lebih Lanjut
Lihat keranjang belanja
Keranjang belanja Anda kosong.

Login






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Buku Rekomendasi

Turquoise
Turquoise
Rp59 000,00
Rp47 200,00
Hemat: 20.00%
Beli

Testimonial:

Sigit Susanto
Rating: 5
Novel berlatar budaya Arab ini menceritakan senandung kesetiaan di persimpangan jalan. Antara jalan Tuhan dan manusia.
Sigit Susanto, novelis dan penulis catatan perjalanan ‘Menyusuri Lorong-Lorong Dunia’


More...