spacer.png, 0 kB

Home arrow Resensi arrow Ulasan Novel Sastra: Turquoise
Ulasan Novel Sastra: Turquoise PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rini Nurul Badariah   
Kamis, 03 Januari 2008

TurquoiseJudul: Turquoise
Sub judul: Kisah Sang Singa Perkasa dari Kohina
Penulis: Titon Rahmawan
Penerbit: Escaeva
Tebal: xiii & 412 halaman
Cetakan: I, November 2007
Skor: 8

Kisah di balik penggarapan naskah novel ini sudah teramat menarik.Penulis mengirimkannya ke suatu lomba yang ternyata fiktif, namun berhasil menyelamatkan karyanya dan menemukan 'rumah' di Penerbit Escaeva.

Turquoise ialah sejenis batu mulia yang menjadi bandul lambang persahabatan empat orang: Safira, Husayn, Hasyim, dan Qadrii. Ketiga pemuda tersebut bersaing untuk memperebutkan hati Safira, walaupun pemenangnya adalah Husayn. Malangnya, ia dianggap tidak tahu diri dan tak tahu balas budi oleh orangtua sang kekasih hingga kemudian diusir dan hidup terlunta-lunta. Pengorbanan yang terlalu besar untuk sebuah cinta, apa lagi sesudahnya sang ibu meninggal dunia.

Berbeda dengan Husayn, Hasyim memilih mengubur impiannya tersebut. Ia menyadari jurang sosial antara keluarganya dan orangtua Safira yang kaya raya. Keberadaan karakter Qadrii, sepupu Safira, yang makmur namun tamak menambah warna dalam keragaman profil keempat sahabat ini. Meskipun saya pribadi berpendapat alangkah lebih asyiknya bila Qadrii dikisahkan elok rupawan pula, tidak bertubuh tambun dan terkesan 'buruk rupa'.

Turquoise bertaburan terminologi bahasa Arab disertai sejumlah keterangan untuk memudahkan pemahamannya. Peta di muka mengingatkan saya pada novel-novel bernafas Timur Tengah (kendati penulis tidak menyebut Arab dan Afrika secara gamblang) yang banyak diimpor penerbit kita. Suatu terobosan yang patut diacungi jempol. Cara bertuturnya pun menjadikan novel ini bak dongeng seribu satu malam, sehingga tetap seru dan enak dilahap walau bergenre sastra.

Pertemuan Husayn dengan Hasyim yang telah menjabat kepala polisi adalah 'teknik muncul' yang menawan. Sebagai karakter utama, Husayn ditampilkan sangat manusiawi. Ia dapat bertindak gegabah karena menuruti nafsu amarah. Penutupnya pun disajikan dengan sangat memukau, meski saya takkan merincinya di sini:-)

--
Salam,
Rini Nurul Badariah
http://rinurbad.multiply.com
http://sinarbulan.multiply.com

 
< Sebelumnya
spacer.png, 0 kB