You are here: Home arrow Resensi
Resensi
Turquoise: Pukauan Prosa Laga PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Wawan Eko Yulianto   
Kamis, 03 Januari 2008
TurquoiseDI TENGAH-TENGAH sebagian besar prosa Indonesia yang memilih latar Indonesia sendiri, baik masa lalu atau kini, novel Turquoise menjadi sesuatu yang unik: dia berlatarkan kehidupan di negeri bernuansa Arab-Afrika. Jika sebelumnya kita hanya mengenal kisah kepahlawanan dalam bentuk cerita-cerita silat yang sulit ditemui pada prosa Indonesia hari ini, maka Turquoise adalah sebuah penyegaran dan alternatif baru bagi kita: berkisah kepahlawanan dan cinta, berlatarkan kehidupan di masa lalu, di sebuah negeri yang deskripsinya tak jauh-jauh dari Arab atau Turki, pedang dan kuda muncul di berbagai bagian buku, adegan tarung pedang digelar di beberapa bagian. Dan seterusnya.... Baca resensi dari Wawan Eko Yulianto, seorang book addict yang aktif menulis resensi karena kecintaannya pada buku
Selengkapnya...
 
Ulasan Novel Sastra: Turquoise PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Rini Nurul Badariah   
Kamis, 03 Januari 2008
TurquoiseKisah di balik penggarapan naskah novel ini sudah teramat menarik.Penulis mengirimkannya ke suatu lomba yang ternyata fiktif, namun berhasil menyelamatkan karyanya dan menemukan 'rumah' di Penerbit Escaeva. Dan seterusnya.... Ulasan ini adalah tulisan dari Rini Nurul Badariah, penulis, editor, dan penerjemah yang aktif di berbagai komunitas penulis.
Selengkapnya...
 
 

Login






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Buku Rekomendasi

Tersipu Merah
Tersipu Merah
Rp21 500,00
Rp17 200,00
Hemat: 20.00%
Beli

Testimonial:

Amel
Rating: 4
Saya sangat tertarik dengan cerita semacam ini, yang mengangkat tema penyakit yang mungkin ada di sekitar kita, tapi kita nggak tau. Seperti di film Beautiful Mind atau Lorenzo's Oil yang menceritakan suatu penyakit, tapi dengan gaya menarik.
Demikian halnya buku ini yang membalutnya dengan cerita cinta, tanpa terlalu jauh menyimpang. Saya ingin sekali bisa menulis cerita semcam ini, walaupun sampai sekarang belum sempat2..