|
Ditulis Oleh Wawan Eko Yulianto
|
|
Kamis, 03 Januari 2008 |
DI TENGAH-TENGAH sebagian besar prosa Indonesia yang memilih latar Indonesia sendiri, baik masa lalu atau kini, novel Turquoise menjadi sesuatu yang unik: dia berlatarkan kehidupan di negeri bernuansa Arab-Afrika. Jika sebelumnya kita hanya mengenal kisah kepahlawanan dalam bentuk cerita-cerita silat yang sulit ditemui pada prosa Indonesia hari ini, maka Turquoise adalah sebuah penyegaran dan alternatif baru bagi kita: berkisah kepahlawanan dan cinta, berlatarkan kehidupan di masa lalu, di sebuah negeri yang deskripsinya tak jauh-jauh dari Arab atau Turki, pedang dan kuda muncul di berbagai bagian buku, adegan tarung pedang digelar di beberapa bagian. Dan seterusnya.... Baca resensi dari Wawan Eko Yulianto, seorang book addict yang aktif menulis resensi karena kecintaannya pada buku |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Rini Nurul Badariah
|
|
Kamis, 03 Januari 2008 |
Kisah di balik penggarapan naskah novel ini sudah teramat menarik.Penulis mengirimkannya ke suatu lomba yang ternyata fiktif, namun berhasil menyelamatkan karyanya dan menemukan 'rumah' di Penerbit Escaeva. Dan seterusnya.... Ulasan ini adalah tulisan dari Rini Nurul Badariah, penulis, editor, dan penerjemah yang aktif di berbagai komunitas penulis. |
|
Selengkapnya...
|
|
|